My Writings. My Thoughts.

60 EARTH HOUR: Bukan Tuntutan, Hanya Kepedulian

At » 05.52 // 0 Comments »




Tahun ini even raksasa "60 Earth Hour" jatuh pada tanggal 28 Maret 2009.
Sebenarnya, kalian tahu enggak sih sama even itu?
60 EARTH HOUR adalah gerakan kepedulian kepada Bumi kita tercinta dengan mematikan/me-non aktivkan segala aktivitas elektrisitas selama sekitar satu jam. Gampangnya, kita mematikan lampu dan alat-alat listrik lainnya (seperti TV, radio, Komputer, Laptop, AC, Kipas angin, dll) sebagai bentuk hormat kita kepada Bumi yang telah menyediakan segala kebutuhan hidup kita selama berjuta tahun.

Awalnya, even ini hanya event tahunan bagi warga Sydney, Australia beberapa tahun yang lalu. Kabar ini-pun didengar oleh banyak pencinta Bumi lainnya. mereka berkomitmen untuk Menduniakan gerakan ini. Akhirnya, sejak tahun 2007 yang lalu, lebih dari 1000 kota di dunia mengikuti 60 EARTH HOUR, yang selalu jatuh pada bulan Maret (hanya tanggalnya saja yng berubah-ubah)

Beberapa orang bertanya,
"Wajib tah?"
Jawabannya TIDAK.

"Kenapa nggak dimatiin pemerintah langsung dari pusatnya?"
Karena even ini bukan--setidaknya belum--menjadi UU negara yang membuat negara boleh mencampuri hak-hak rakyatnya se"lancang" itu. It's not about the quantity, it's about quality. Bumi tak pernah meminta kita untuk berkorban untuknya, hanya saja, maukah kita hidup sebagai manusia yang tak tahu terima kasih? Tuhan-pun memerintahkan kita menjadi Khalifah Bumi, bukan hanya untuk memanfaatkannya, tetapi juga untuk merawat, dan menjaganya. Jadi, ketika pertanyaan itu muncul di benak anda, tanyakanlah pada diri anda, "Apakah saya salah seorang manusia yang hidup tanpa mengerti artinya balas budi?"

So,
Jika anda warga Bumi, mencintai buminya, menghargai planet tempatnya bernaung, mengharapkan anak-cucunya kelak masih dapat menikmati Bumi layaknya kita sekarang, menginginkan penurunan grafik global warming.
Maka, himbauan saya, MATIKAN SEJENAK SEGALA ALAT-ALAK ELEKTRONIK ANDA SELAMA 60 MENIT, PADA 28 MARET 2009, MULAI PUKUL 20:30 - 21:30.

TERIMA KASIH TELAH PEDULI DAN SAYANG PADA BUMI TERCINTA


Supported by files from:

Gentleman's Ruins Out!

At » 08.22 // 1 Comments »

Ditengah menurunnya jumlah cowok yang pantas diberi gelar "gentleman". dengan bangga menyatakan, 
Bapakku, Satu dari GENTLEMAN yang tersisa
Sebenarnya cerita tentang beliau yang satu ini sudah kudengar beberapa tahun yang lalu, hanya saja belum pernah terpikir bagiku untuk menyuarakannya ke dunia.
Aku jadi lebih sering kepikiran tentang tipe cowok/pacar/calon suami/pendamping/dsb akhir-akhir ini. Mungkin mengingat kepalaku yang bakalan "mengganda" alias memasuki dasawarsa ke-2 tahun ini. Wih! kerasa cepet banget!
Dulu, sekitar SMP, ketika ditanya tipe cowok, pasti jawabanku nggak akan jauh-jauh dari morfologi putih, tinggi, rambut lurus, thin, yo-wis pokok'e sing ambu ngunu lah! Tapi ketika suatu ketika ibuku menceritakan bagaimana cara bapakku dulu mendekati beliau, aku merasa begitu cocok jika digambarkan dengan peribahasa kutu di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak. Bapakku yang selama ini nggak berhenti sliwar-sliwer (baca: berlalu-lalang) di dekatku, ternyata KEREN abis!
Pernah denger istilah electra complex? suatu fenomena yang umumnya terjadi pada masa phalic, dimana seorang anak perempuan memandang ayahnya sebagai figur ideal pasangan lawan jenisnya. Itu Aku! (walaupun masa phalic-ku udah lewat--lama banget!)
Bapakku meng-analogikan cara PDKT ke calon pendampingnya seperti halnya Rukun Islam.

Berikut analogi yang beliau rancang:
  1. Dua kalimat syahadat. Seperti halnya ketika seseorang menjadi muslim, ia harus mengucapkan dua kalimat syahadat. Begitu juga dalam memulai sebuah hubungan, harus ada statement pembukanya, yang dewasa ini sering digeneralisasikan sebagai proses "nembak".
  2. Tegakkan Sholat. Sholat adalah tiang agama. Para muslim diperintahkan sholat fardhu (wajib) sebanyak 5 kali sehari. Itu dilakukan terus menerus sepanjang hayat. Inti di poin ini adalah rutin/teratur. Semua hal bisa memudar, kata PETERPAN, "Tak Ada yang Abadi". jadi, rasa sayang/cinta/suka harus terus dipupuk. Tiang yang menjaga hubungan harus tetap tegak, memastikan bagunan di atasnya aman dari goncangan. Caranya? teratur mengunjungi (baca: ngapĂ©l) pasanganmu. (tapi yo gak perlu 5 kali sehari, Rek!) 
  3. Berpuasa. Arti leksikalnya, menahan diri. Kalo' dihubungin sama dinamika pacaran, HINDARI MANUVER-MANUVER YANG NGGAK PENTING. Tahan diri! Kita harus punya batasan-batasan sendiri.
  4. Keluarkan Zakat. Tahu artinya? artinya kalo' pacaran jangan pelit-pelit! Njajan bareng pas keluar juga perlu, tapi juga nggak berlebihan. Seperti dalam aturan zakat, hanya 2,5% dari kekayaan kita.
  5. Yang terakhir, tapi bukan berarti akhir dari hubungan. Naik Haji (bila mampu). Seperti kartu death dalam susunan tarot arcana mayor, fase ini adalah akhir dari sebuah fase, untuk mengawali fase lainnya. Seperti yang dijelaskan di atas. Bagi umat Muslim, Naik haji hukumnya WAJIB, jika mampu. Nah, kalo' sudah merasa "mumpuni" maka segeralah menikah.

Indah kan? Aku sempet nggak habis pikir jika memandang bapakku yang selenge-annya Masya Allah! Ternyata punya filosofi sedalam itu. Respect-ku ke beliau jadi semakin besar dan dalam. Aku jadi ngebayangin, betapa bahagianya ibuku saat itu (sekarang makin lengket ae!) dan jadi berharap, sebahagiakah itu aku kelak? Punya pasangan yang tahu bagaimana memperlakukan pasangannya secara layak, merasa dihargai, tetapi tak berlebihan.
Cowok-cowok di luar sana, sudahkah kalian memiliki gagasan operasional untuk mencari pasanganmu? Kalo' belum, cara bapakku perlu diperhitungin loh! 

Gaza is Earth's too

At » 07.54 // 0 Comments »



Aku dan temen-temenku say salut buat Michael Heart yang menghadiahkan bait-bait indah di We Will Not Go Down, lagunya, buat Gaza dan para warrior yang sungguh.. ketegaran mereka, sama sekali bukan tandingan kita.


We love the song, and also we love Gaza.

Berita tentang perang di sana, hampir tak pernah aku ikuti. Satu alasanku, terlalu pedih. Terlalu tragis. 
Apapun alasan mereka menyerang Gaza, satu pendapatku,
kalau sudah menyangkut menyakiti wanita dan anak-anak, aku yakin Tuhan-pun akan kesulitan memaafkan kalian.

Gaza sudah sekian tahun menangis.
Dan doaku masih sama, hentikan segera!
Ketika Obama naik tahta, harapan besar dalam hatiku muncul. Aku benar-benar menanti Gaza tenang.

..Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right...

Andai mereka yang "punya kuasa" mau mendengar. itulah teriakan mereka, terlukis dalam bait Heart. Mereka merindukan pemimpin. Yang bisa melindungi mereka dari kontradiksi benar-salah dunia.
Dalam beberapa sinema Hollywood, diceritakan tentang orang yang melakukan berbagai cara untuk dianggap berjasa, Seperti usaha Mitch Wilkinson di National Treasure: Book of Secret yang memfitnah Moyang Benjamin Gates, untuk tujuan lain. Mengembalikan nama baik keturunannya. 
Kenapa ketika ada kesempatan untuk menjadi pahlawan--dengan membebaskan Gaza dari sekaratnya-- mereka justru sembunyi. Saat ini aku rasa saat yang tepat untuk cari muka! Mitch rela mati untuk keturunannya. Tak adakah orang yang ingin mati untuk menyelamatkan Buminya? Atau mungkin fiksi-fiksi yang terekam dalam movie-movie dunia selama ini hanya menggambarkan manusia secara hiperbolik, terlalu hiperbolik. benarkah sebenarnya Mitch Wilkinson hanya mewakili 1/100 dari jiwa jahat manusia di muka bumi. Kalau benar, Tuhan telah salah memilih kita jadi Khalifah Al-Ardhi.

Bumi berduka, Gazanya dihancurkan, Manusianya disakiti, and the others are silent, still.



Supporting by files from:
www.imdb.com
www.michaelheart.com
www.ziddu.com
www.imemc.org
www.msnbcmedia4.msn.com
www.antiisgood.files.wordpress.com